Kamis, 24 November 2016

Emping jagung

 Emping Jagung

Keripik Jagung Pedas, Keripik Jagung Tortilla, Keripik Jagung, Keripik Jagung Keju, Keripik Jagung Tortilla Pedas, Keripik Jagung Aneka Rasa, Keripik Jagung Maitos, Keripik Jagung Renyah, Keripik Jagung Adalah, Keripik Jagung Bandung



 Jagung adalah tanaman yang banyak dibudidayan di Indonesia. Jagung merupakan jenis tanaman pangan yang mengandung banyak karbohidrat didalamnya. Selain itu jagung juga dapat menggantikan padi atau gandum untuk menjadi makanan pokok sehari-hari karena kandungan karbohidratnya sama seperti didalam padi atau gandum. Tidak hanya di Indonesia Negara maju seperti Amerika juga mengkonsumsi jagung sebagai kebutuhan makanan pokok. Amerika menjadi Produsen jagung nomer satu di dunia dan disusul loleh Cina dan Indonesia menduduki posisi delapan dalam memproduksi jagung di dunia. Selain itu jagung banyak dikonsumsi oleh orang Indonesia karena rasanya yang manis. Selain karbohidrat jangung kaya akan kandungan gizi Kalori: 355 Kalori, Protein: 9,2 gr, Lemak: 3,9 gr, Karbohidrat: 73,7 gr, Kalsium: 10 mg, Fosfor: 256 mg, Ferrum: 2,4 mg, Vitamin A: 510 SI, Vitamin B1: 0,38 mg, Air : 12 gr.
kulit-jagung
Jagung memiliki banyak sekali manfaat, dari kandungan gizi yang kita liat diatas jagung dapat mencegah penyakit jantung, karena Jagung manis kaya akan folat yang dikenal sebagai vitamin B9. Vitamin ini membantu menurunkan asam amino yang adalah pembuluh darah tubuh. Meningkatkan asam amino bisa menyebabkan masalah pada pembuluh darah yang kemudian menyebabkan masalah jantung. Selain itu jagung juga dapat mengatasi anemia. Jagung manis juga sumber zat besi yang baik. Karena itu mengonsumsi jagung manis bisa membantu Anda mengatasi anemia. Dan juga dapat meningkatkan daya ingat karena Jagung manis kaya akan Thiamine dan vitamin B1. Selain itu, jagung manis juga meningkatkan kemampuan ingatan dan mencegah penyakit yang berkaitan dengan ingatan. Jagung manis juga efektif untuk mengurangi masalah pada pasien Alzheimer.

 Emping Jagung


Emping jagung memiliki rasa yang renyah dan gurih dan banyak digemari oleh para custumer.memproduksi emping jagung dengan bahan yang sudah melewati tahap quality control serta tanpa bahan kimia atau bahan pengawetan apapun. Emping jagung memiliki nilai lebih karena membutuhkan penanganan khusus dan kehati-hatian ekstra, terutama karena bentuk fisiknya yang tipis dan mudah hancur.
Proses pembuatan emping jagung ini sangat sederhana karena emping adalah produk olahan pangan dari bahan berpati yang digencet atau dipipihkan menjadi lempengan dengan bentuk tertentu (biasanya bulat), dikeringkan, dan digoreng renyah. Emping jagung ini dapat ditambahkan bumbu–bumbu sesuai selera, misalnya asin, pedas, gurih, manis.
Pengolahan emping jagung dilakukan dengan mesin dan alat pendukung serta ditangani oleh para ahli dibidang pengolahan emping jagung. Sehat dan Higienis adalah komitmen dari produk Aneka Keripik Malang untuk selalu memberikan yang terbaik bagi konsumen.

Komposisi emping jagung

Bahan baku utama pembuatan emping jagung ini adalah :

  • Jagung
  • MinyakNabati
  • Garam

kripik jagung rasa keju

 Kripik jagung rasa keju

Keripik Jagung Pedas, Keripik Jagung Tortilla, Keripik Jagung, Keripik Jagung Keju, Keripik Jagung Tortilla Pedas, Keripik Jagung Aneka Rasa, Keripik Jagung Maitos, Keripik Jagung Renyah, Keripik Jagung Adalah, Keripik Jagung Bandung

jika si anak tak betah di rumah dan pengennya jajan terus coba deh ibu bikin makanan yang sekiranya disukai anak supaya anak lebih kerasan. Terlebih jika anak suka ngemil, tuntutannya tentu ibu harus pintar menyajikan cemilan yang menarik bagi si anak untuk memancing anak supaya betah di rumah.
Tak usah bingung, mungkin makanan snack keripik jagung rasa keju ini bisa jadi alternatif untuk dicoba. Bahan yasng digunakan untuk membuat snack ini diantaranya ada tepung terigu protein sedang, jagung manis pipil, kaldu ayam bubuk, tepung maizena, telur, margarin, keju cheddar, garam, dan lain2.








snack keripik jagung rasa keju


Bahan Snack Keripik Jagung Rasa Keju

  • 200 gram tepung terigu protein sedang
  • 75 gram jagung manis pipil rebus, dihaluskan
  • 1/2 sendok teh kaldu ayam bubuk
  • 30 gram tepung maizena
  • 1 butir telur, dikocok lepas
  • 30 gram margarin
  • 30 gram keju cheddar parut
  • 1/2 sendok teh garam

Cara Membuat Snack Keripik Jagung Rasa Keju

  1. Terlebih dahulu aduk bahan hingga bergumpal.
  2. Selanjutnya giling adonan di gilingan mi. Mulai dari gilingan yang paling tebal (nomor 1). Setelah 2-3 kali giling. Masukkan ke nomor 2. Giling lagi 2-3 kali. Masukkan ke nomor 3. Begitu seterusnya hingga digilingan nomor 8.
  3. Selanjutnya potong-potong bergerigi 10 x 1 1/2 cm.
  4. Nah sekarang goreng dalam minyak yang sudah dipanaskan hingga matang.
* Snack keripik jagung rasa keju ini untuk 300 gram

Sejarah kripik jagung

Sejarah kripik jagung

Keripik Jagung Pedas, Keripik Jagung Tortilla, Keripik Jagung, Keripik Jagung Keju, Keripik Jagung Tortilla Pedas, Keripik Jagung Aneka Rasa, Keripik Jagung Maitos, Keripik Jagung Renyah, Keripik Jagung Adalah, Keripik Jagung Bandung


Tortila adalah salah satu produk olahan pangan berbahan baku jagung dan menurut sejarahnya sangat populer di Meksiko, Amerika Tengah dan Amerika Selatan. Kata Tortila berasal dari bahasa spanyol yang artinya adalah jagung. Pada mulanya tortila merupakan produk olahan jagung berbentuk dadar (bulat , tipis, lebar) dan selanjutnya berkembang menjadi produk olahan kering berbentuk chips seperti yang dikenal sekarang ini. Saat ini pengembangan tortila chips di Indonesia juga sudah dilakukan, akan tetapi masih terbatas di beberapa daerah sentra produksi jagung. Tortila chips sudah dikembangkan di Blitar dan Bojonegoro - Jawa Timur , Grobogan – Jawa Tengah, dan Bantul – Yogyakarta. Kecenderungan konsumen yang lebih menyukai produk makanan ringan yang praktis dan siap santap seperti tortila ini nampaknya memberikan harapan baru bahwa diversifikasi jagung menjadi tortila dapat diterima oleh masyarakat indonesia. Berdasarkan informasi akurat di buku Refferensi Specialty Corn dan menurut pengamatan saya, teknologi pengolahan Tortila Chips yang dilaksanakan masyarakat tersebut sebenarnya lebih tepat disebut kerupuk jagung, bukan tortilla. Mengapa demikian ?. Sebab dari proses pengolahan maupun sifat produknya lebih mendekati sifat kerupuk. Dalam teknologi pembuatan tortila seharusnya menggunakan kombinasi proses pemanggangan dan penggorengan sehingga sifat produknya lebih bersifat getas – mudah patah (bukan krezz – mudah hancur). Contoh riil produk tortila yang sudah dikenal luas masyarakat adalah Happy-Tos Tortila Chips. Teknologi pembuatan tortila chips ini nampaknya mengadopsi teknologi pembuatan kue kering dan pembuatan chips atau keripik lainnya, yaitu mengombinasikan proses pemanggangan (baking) dan penggorengan (deep frying). Walaupun produk olahan jagung tersebut diberi nama Tortila (meskipun kurang tepat), menurut saya sah-sah saja. Terlepas dari kekurang-tahuan pengertian tortila yang sesungguhnya, mungkin dengan nama tersebut lebih kedengaran ”aneh” di telinga calon konsumen sehingga mengundang rasa ingin tahu, ingin mencoba dan ingin membeli. Bisa juga, penggunaan nama tortila tersebut sebagai strategi ”marketting” barangkali. Dalam proses pengolahan tortila ala Bojonegoro, mula-mula dipilih jagung yang bersih dan kondisinya baik, terutama bebas dari serangan jamur. Setelah dibersihkan dari kotoran, jagung direbus dengan ditambahkan kapur 2-4 % dari berat jagung selama sekitar 1 jam. Proses Niktamalisasi atau perebusan dengan kapur tersebut dimaksudkan untuk menghancurkan kulit ari (kulit tipis terbuat dari bahan sellulosa yang menyelimuti biji jagung), sehingga memudahkan penetrasi air dan panas kedalam biji jagung. Proses Niktamalisasi tersebut dianggap cukup apabila biji jagung ketika dipegang jari tangan terasa licin dan kulit ari hancur atau rusak. Setelah dicuci bersih, biji jagung direndam air bersih semalam. Perendaman ini dimaksudkan untuk memberikan kesempatan penetrasi air kedalam biji jagung, sehingga memudahkan proses pengukusan. Setelah dikukus matang, biji jagung kukus didinginkan, ditambah bumbu –bumbu (garam, MSG, dan bawang putih), kemudian digiling lembut menjadi hancuran massa. Selanjutnya hancuran massa tersebut dipipihkan dengan botol, lalu ditipiskan lagi menjadi lembaran-lembaran tipis menggunkan roll press gilingan mie. Selanjutnya lembaran-lembaran tipis tersebut dijemur sampai setengah kering, kemudian dipotong kecil-kecil berbentuk persegi dengan ukuran sekitar 2x4 cm. Setelah dijemur lagi hingga kering, tortila Bojonegoro tersebut bisa disimpan atau bisa juga langsung digoreng pada minyak goreng panas dengan suhu sekitar 200oC , dan selanjutnya dikemas untuk dipasarkan. Menurut pengamatan saya, tortila ala Bojonegoro ini sifat-sifatnya seperti kerupuk gendar atau kerupuk karak dari nasi yang kita kenal selama ini, yaitu berwarna krem-kecoklatan dan rasanyapun mirip sekali. Hal ini sangat berbeda dengan tortila bikinan pabrik seperti Happy-Tos yang sifatnya lebih getas tetapi tetap renyah dan enak. Oleh karena itu, menurut saya tortila ala Bojonegoro tersebut lebih tepat disebut kerupuk jagung – bukan tortila. Bagaimana menurut pendapat anda ?Tortila adalah salah satu produk olahan pangan berbahan baku jagung dan menurut sejarahnya sangat populer di Meksiko, Amerika Tengah dan Amerika Selatan.
Kata Tortila berasal dari bahasa spanyol yang artinya adalah jagung. Pada mulanya tortila merupakan produk olahan jagung berbentuk dadar (bulat , tipis, lebar) dan selanjutnya berkembang menjadi produk olahan kering berbentuk chips seperti yang dikenal sekarang ini.


Saat ini pengembangan tortila chips di Indonesia juga sudah dilakukan, akan tetapi masih terbatas di beberapa daerah sentra
 
produksi jagung. Tortila chips sudah dikembangkan di Blitar dan Bojonegoro - Jawa Timur , Grobogan – Jawa Tengah, dan Bantul – Yogyakarta. Kecenderungan konsumen yang lebih menyukai produk makanan ringan yang praktis dan siap santap seperti tortila ini nampaknya memberikan harapan baru bahwa diversifikasi jagung menjadi tortila dapat diterima oleh masyarakat indonesia.


Berdasarkan informasi akurat di buku Refferensi Sltypecia Corn dan menurut pengamatan saya, teknologi pengolahan Tortila Chips yang dilaksanakan masyarakat tersebut sebenarnya lebih tepat disebut kerupuk jagung, bukan tortilla. Mengapa demikian ?. Sebab dari proses pengolahan maupun sifat produknya lebih mendekati sifat kerupuk. Dalam teknologi pembuatan tortila seharusnya menggunakan kombinasi proses pemanggangan dan penggorengan sehingga sifat produknya lebih bersifat getas – mudah patah (bukan krezz – mudah hancur). Contoh riil produk tortila yang sudah dikenal luas masyarakat adalah Happy-Tos Tortila Chips. Teknologi pembuatan tortila chips ini nampaknya mengadopsi teknologi pembuatan kue kering dan pembuatan chips atau keripik lainnya, yaitu mengombinasikan proses pemanggangan (baking) dan penggorengan (deep frying).

Walaupun produk olahan jagung tersebut diberi nama Tortila (meskipun kurang tepat), menurut saya sah-sah saja. Terlepas dari kekurang-tahuan pengertian tortila yang sesungguhnya, mungkin dengan nama tersebut lebih kedengaran ”aneh” di telinga calon konsumen sehingga mengundang rasa ingin tahu, ingin mencoba dan ingin membeli. Bisa juga, penggunaan nama tortila tersebut sebagai strategi ”marketting” barangkali.

Dalam proses pengolahan tortila ala Bojonegoro, mula-mula dipilih jagung yang bersih dan kondisinya baik, terutama bebas dari serangan jamur. Setelah dibersihkan dari kotoran, jagung direbus dengan ditambahkan kapur 2-4 % dari berat jagung selama sekitar 1 jam. Proses Niktamalisasi atau perebusan dengan kapur tersebut dimaksudkan untuk menghancurkan kulit ari (kulit tipis terbuat dari bahan sellulosa yang menyelimuti biji jagung), sehingga memudahkan penetrasi air dan panas kedalam biji jagung. Proses Niktamalisasi tersebut dianggap cukup apabila biji jagung ketika dipegang jari tangan terasa licin dan kulit ari hancur atau rusak. Setelah dicuci bersih, biji jagung direndam air bersih semalam. Perendaman ini dimaksudkan untuk memberikan kesempatan penetrasi air kedalam biji jagung, sehingga memudahkan proses pengukusan. Setelah dikukus matang, biji jagung kukus didinginkan, ditambah bumbu –bumbu (garam, MSG, dan bawang putih), kemudian digiling lembut menjadi hancuran massa. Selanjutnya hancuran massa tersebut dipipihkan dengan botol, lalu ditipiskan lagi menjadi lembaran-lembaran tipis menggunkan roll press gilingan mie. Selanjutnya lembaran-lembaran tipis tersebut dijemur sampai setengah kering, kemudian dipotong kecil-kecil berbentuk persegi dengan ukuran sekitar 2x4 cm. Setelah dijemur lagi hingga kering, tortila Bojonegoro tersebut bisa disimpan atau bisa juga langsung digoreng pada minyak goreng panas dengan suhu sekitar 200oC , dan selanjutnya dikemas untuk dipasarkan.

Menurut pengamatan saya, tortila ala Bojonegoro ini sifat-sifatnya seperti kerupuk gendar atau kerupuk karak dari nasi yang kita kenal selama ini, yaitu berwarna krem-kecoklatan dan rasanyapun mirip sekali. Hal ini sangat berbeda dengan tortila bikinan pabrik seperti Happy-Tos yang sifatnya lebih getas tetapi tetap renyah dan enak. Oleh karena itu, menurut saya tortila ala Bojonegoro tersebut lebih tepat disebut kerupuk jagung – bukan tortila. Bagaimana menurut pendapat anda ?

Senin, 21 November 2016

tips Sederhana Membuat tortilla Jagung

Tips Sederhana Membuat tortilla Jagung

Keripik Jagung Pedas, Keripik Jagung Tortilla, Keripik Jagung, Keripik Jagung Keju, Keripik Jagung Tortilla Pedas, Keripik Jagung Aneka Rasa, Keripik Jagung Maitos, Keripik Jagung Renyah, Keripik Jagung Adalah, Keripik Jagung Bandung

         
  Biasanya Jagung banyak disajikan sebagai rebusan jagung. Umum sekali, hampir dimana-mana ada jagung rebus. Bahkan dulu, nasi jagung sempat dijadikan sebagai makanan pokok pengganti beras. Dalam Perkembangan, olahan jagung banyak digunakan sebagai bahan kue, bumbu masak dan juga sekarang banyak dijadikan sebagai snak atau makanan ringan, salah satunya emping Jagung.
Menariknya, sekarang semakin banyak yang menyukai emping jagung. bentuk olahanya pun bermacam-macam, mulai dari kerupuk jagung, keripik jagung, tortilla dan lain-lain. Rasanya yang renyah, manis khas jagung, membuat makanan dari bahan ini semakin banyak penggemarnya.

jagung gurih


Dengan semakin banyaknya yang suka dengan emping jagung,  lantas apakah sulitkah dalam membuatnya? pertanyaan ini muncul secara wajar, jika kita terinspirasi membuatnya sendiri atau bahkan bisa jika berhasil membuatnya, bukan tidak mungkinn untuk membuat peta bisnisnya. Menarik bukan?
Dan ternyata pembuatan Emping Jagung secara umum prosesnya sederhana.  Emping jagung adalah produk olahan pangan dari bahan berpati yang digencet atau dipipihkan menjadi lempengan dengan bentuk tertentu (biasanya bulat), dikeringkan, dan digoreng renyah. Emping ini dapat ditambahkan bumbu-bumbu sesuai selera, misalnya asin, pedas, gurih, manis, ditambahkan irisan daun bawang, atau ditambah bumbu lainnya. Bahan-bahan yang biasa diolah menjadi emping adalah melinjo, singkong/ubi kayu, garut, dan jagung.
Rasanya yang renyah, menjadikan emping jagung merupakan olahan makanan yang digemari masyarakat. Dibandingkan hasil olahan jagung lainnya seperti marning, emping jagung ini lebih membutuhkan penanganan khusus dan hati-hati, terutama karena bentuk fisiknya yang tipis dan mudah hancur.
Oleh karena itu dalam pengolahan emping jagung rendemennya hanya sekitar 80 % , dengan kata lain ada sekitar 20 % yang hancur tidak dapat dijual. Bagian yang tidak dapat dimanfaatkan tersebut terdiri dari hancuran emping jagungnya sendiri dan bagian lembaga jagung yang terlepas (tidak dapat menyatu dengan bagian jagung lainnya). Dalam prakteknya, bagian yang tidak dapat dimanfaatkan tersebut digunakan sebagai pakan ternak. Atau cara yang lebih kreatif misalnya dapat dijadikan sebagai krupuk jagung.
Lalu bagaimana agar dalam membuat emping jagung sukses? baiklah berikut ada beberapa tips sederhana dalam membuat emping jagung.

1. Pemilihan Bahan Jagung

Pemilihan bahan emping jagung yang baik adalah utama dan mutlak dibutuhkan biji jagung yang utuh dan besar-besar. Biji jagung yang kecil akan menghasilkan emping jagung yang kecil-kecil pula dan terkesan seperti hancuran atau “remukan”. Selain itu, dalam proses pembuatannya terutama setelah jagung dipipihkan, harus dihindari pula pemindahan bahan sekecil mungkin. Pemindahan emping jagung (basah dan kering) yang sering dilakukan akan meningkatkan prosentasi hancuran. Jadi sekali lagi dalam proses pembuatan emping jagung ini sangat membutuhkan penanganan yang ekstra hati-hati, karena produk yang dihadapi relatif tipis dan mudah hancur.

2.Proses Pembuatan Emping Jagung

a. Pemilihan Jagung

Dalam proses pembuatan emping jagung, mula-mula dipilih jagung yang bersih dan kondisinya baik, terutama bebas dari serangan jamur.

b. Proses Perebusan

Setelah dibersihkan dari kotoran dan dicuci, jagung direbus dengan ditambahkan kapur 2-4 % dari berat jagung selama sekitar 1 jam. Proses Niktamalisasi atau perebusan dengan kapur tersebut dimaksudkan untuk menghancurkan kulit ari (kulit tipis terbuat dari bahan sellulosa yang menyelimuti biji jagung), sehingga memudahkan penetrasi air dan panas kedalam biji jagung.
Proses Niktamalisasi tersebut dianggap cukup apabila biji jagung ketika dipegang jari tangan terasa licin dan kulit ari hancur atau rusak.

c. Prosess Pencucian dan Perendaman

Selesai Proses Niktamatasi, selajutnya jagung dilakukan proses pencucian. Dan setelah dicuci bersih, biji jagung direndam air bersih semalam. Perendaman ini dimaksudkan untuk memberikan kesempatan penetrasi air kedalam biji jagung, sehingga memudahkan proses pengukusan.

d. Proses Pengukusan

Selanjutnya dilakukan pengukusan sekitar 1 jam. Indikator bahwa pengukusan dianggap cukup apabila pati dalam aleuron (kantung pati) telah tepat tergelatinisasi seluruhnya. Usahakan tingkat gelatinisasinya tidak berlebihan, sebab gelatinisasi yang berlebihan atau jagung terlalu matang menyebabkan biji jagung hancur ketika dipipihkan.

e. Proses Pemipihan atau Pengempingan Jagung

Setelah matang, jagung kukus yang masih dalam keadaan panas langsung dipipihkan atau digencet dengan mesin roll pemipih. Agar jagung tidak lengket, paling baik roll pemipih terbuat dari jenis plastik (misal pralon PVC dengan diameter cukup besar sekitar 6-8 inchi yang didalamnya diisi cor semen sehingga berat dan mampu menggencet jagung). Dengan roll pemipih ini yang jumlahnya 2 buah dan berputar berlawanan arah , maka biji jagung akan tergencet berbentuk pipih dengan ketebalan sekitar 1 mm (ketebalan ini dapat diatur sesuai kebutuhan).
Biji jagung yang tergencet ini akan berjatuhan ke bawah dan ditampung dalam rigen bambu atau wadah penampung lainnya. Agar tidak rusak atau hancur, sebaiknya tidak dilakukan pemindahan jagung yang sudah dipipihkan ini.
Oleh karena itu, supaya jagung pipih dapat tertampung dalam wadah secara merata, maka perlu didesain sedemikian rupa, misalnya wadah penampungnya diusahakan bisa bergerak mengikuti jatuhnya biji jagung yang tergencet.

Kripik jagung

Kripik jagung

Keripik Jagung Pedas, Keripik Jagung Tortilla, Keripik Jagung, Keripik Jagung Keju, Keripik Jagung Tortilla Pedas, Keripik Jagung Aneka Rasa, Keripik Jagung Maitos, Keripik Jagung Renyah, Keripik Jagung Adalah, Keripik Jagung Bandung

. 

Dalam upaya meningkatkan daya ketahanan pangan dan memenuhi standar gizi bagi masyarakat di Indonesia, maka saat ini telah banyak dilakukan berbagai inovasi pengolahan makanan yang memanfaatkan biji jagung sebagai sumber bahan utamanya. Bagi sebagian penduduk nusantara, jagung yang merupakan sumber karbohidrat dan mengandung antioksidan alami serta vitamin A merupakan bahan pangan utama, alternatif beras.

Jagung juga mengandung omega 3 yang baik untuk program diet rendah kolestrol, serta memiliki serat kasar yang berguna dalam memperlancar proses pencernaan. 

tortilla chips jagungSalah satu bentuk olahan biji jagung tersebut adalah tortilla jagung. Kata "Tortilla" sendiri berasal dari bahasa Spanyol yang berarti roti pipih tanpa ragi yang terbuat dari jagung giling atau gandum. Salah satu kawasan di Indonesia yang banyak memproduksi tortilla jagung adalah daerah Jatianom, Klaten, provinsi Jawa Tengah. Membuat produk tortilla dari bahan jagung sebenarnya tidaklah terlalu sulit. Bahan utama yang digunakan adalah biji jagung giling yang telah mengalami proses pengeringan atau penjemuran kurang lebih selama 2-3 hari. Biji jagung tersebut kemudian diayak hingga terpisah dari benda pengganggu dan dicuci sampai bersih. 

Tahap berikutnya adalah penggilingan. Jagung yang telah digiling selanjutnya direndam selama satu hari satu malam agar membuatnya semakin lunak dan lembut sehingga akan mudah dibuat menjadi adonan. 
Tahap berikutnya adalah pengukusan. Setelah dikukus, jagung digiling kembali sambil ditambahkan dengan tepung terigu dan juga garam serta bumbu. Saat pencampuran tersebut, jagung digiling berkali-kali sampai mengahasilkan adonan lembaran setebal satu millimeter. Setelah itu, oven (panggang) selama 5 menit untuk menghasilkan tortilla renyah. Sebelum dikemas, tortilla digoreng pada minyak mendidih selama 40-60 detik, kemudian tiriskan dan tambahkan bumbu. 
Tortilla jagung yang diproduksi di Klaten tersebut dibuat tanpa campuran bahan pengawet, jadi baik untuk kesehatan. Tortilla chips tersebut dikemas dalam beberapa varian rasa, diantaranya rasa original, sambal bawang, dan lombok ijo dengan bandrol harga Rp. 15.000,00